Minggu, 17 Agustus 2008

Graves Disease

Pengertian
Penyakit Graves adalah suatu gangguan autoimun di mana terdapat suatu defek genatik dalam limfosit Ts dan sel Th merangsang sel B untuk sintesis antibody terhadap antigen tiroid (Dorland, 2005). Penyakit Graves merupakan penyebab tersering hipertiroidisme. Pada penyakit ini ditandai oleh adanya proses autoimun disertai hyperplasia (pembesaran kelenjar akibat peningkatan jumlah sel) kelenjar tiroid secara difus.
Etiologi
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang ditimbulkan oleh adanya reaksi beberapa autoantibody terhadap reseptor tirotropin (TSH). Autoantibodi tersebut dapat disebabkan oleh:
1. Autoantibodi terhadap reseptor TSH atau thyroid stimulating immunoglobulin (TSI)
2. Thyroid-growth-stimulating immunoglobulin (TGI)
3. TSH-binding inhibitor immunoglobulin (TBII)
Patogenesis
TSI dalam serum berupa long-acting thyroid stimulator (LATS) berupa IgG yang mengikat reseptor TSH dan mampu menstimulasi akttivitas adenilat siklase yang berperan mengubah ATP menjadi cAMP. cAMP berperan sebagai second messenger yang dapat meningkatkan proses intraseluler sehingga terjadi peningkatan pelepasan hormone tiroid. TGI berperan pada proliferasi epitel folikel tiroid. TBII merupakan antibody anti-reseptor TSH, bekerja menyamar seperti TSH sehingga terjadi stimulasi aktivitas sel epitel kelenjat tiroid.
Gambaran Klinis
Penyakit ini ditandai dengan trias manifestasi berupa:
1. Tiroksikosis/hipertiroidisme akibat pembesaran difus tiroid yang hiperfungsi.
2. Oftalmopati infiltratif yang menyebabkan eksoftalmus
3. Dermopati infiltratif dengan mixedema pre tibia.
Eksoftalmus terjadi akibat kombinasi infiltrasi limfosit, pengendapan glikosaminoglikan, adipogenesis dalam jaringan ikat orbita sehingga eksofltalmus. Jaringan tertentu diluar tiroid seperti fibroblas orbita secara aberan mengekpresikan reseptor TSH di permukaannya. Sebagai respons terhadap antibodi anti-reseptor TSH di darah dan sitokin lain milieu lokal, fibroblas mengalami diferensiasi menuju adiposit matang dan mengeluarkan glikosaminoglikan hidrofilik ke interstisium sehingga terjadi eksoftalmus. Mekanisme ini hampir sama terjadi pada dermopati penyakit Graves. Pada penyakit Graves terjadi penurunan TSH dan peningkatan T3 dan T4 bebas serta penyerapan RAI meningkat (Vinay, et al., 2007; Patologi Anatomi FK UNS, 2008).
Penatalaksanaan
Terapi pada penyakit Graves dapat melalui tiga macam terapi, yaitu: terapi obat antitiroid, tiroidektomi,yodium radioaktif. Terapi mobat dapat diberikan metimazol. Propiltiourasil, dan levotiroksin. Tiroidektomi subtotal merupakan pengobatan terpilih untuk pasien dengan pembesaran kelenjar tiroid atau goiter multinoduler. Terpi yodium radioaktif dengan menggunakan I131 merupakan pengobatan lebih baik pada kebanyakan pasien berusia di atas 21 tahun (Katzung, 1997).

Tidak ada komentar: